
Kasus pencurian kendaraan bermotor yang masih marak membuat warga tidak tenang saat beraktivitas. Hal itu menjadi atensi DPRD Surabaya saat menggelar reses beberapa waktu lalu.
Dewan dan warga pun kompak untuk mengusulkan ke Pemkot Surabaya agar CCTV dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi rawan ditambah.
Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo mengatakan, warga menganggap pemasangan CCTV bisa menekan potensi pencurian kendaraan bermotor di lingkungannya. "Keinginan warga yang belum terpasang bisa di-support oleh Pemkot karena tidak semua wilayah sanggup membeli," tuturnya saat ditemui Jawa Pos, kemarin (27/5).
Selain CCTV, warga juga membutuhkan dukungan internet untuk pengoperasian CCTV. Anggota Komisi A itu meminta ada fasilitas internet yang disediakan pemkot. "Kami petakan dari reses, beberapa wilayah seperti Ketintang dan Banyu Urip itu rawan curanmor. Seperti RW 6 Ketintang, lalu di RW 6 dan 9 Banyu Urip," papar Cahyo.
Banyak Wilayah Gelap
Selain CCTV, Cahyo menemukan banyak titik wilayah perkampungan yang masih gelap karena kurang PJU. Seperti di RW 2 Jambangan. "Beberapa titik sudah ada yang dipasang PJU melalui program pokok pikiran (pokir) dewan tahun lalu. Tahun ini dilanjutkan lagi, kami harap bisa segera direalisasikan."
Namun demikian dia menegaskan CCTV dan PJU hanya sebagai alat penunjang, bukan untuk mencegah tindak kriminal. Sebab, alat pencegahan utama tentunya dengan meningkatkan keamanan di lingkungan. Seperti pengaktifan kegiatan siskamling atau ronda malam.
"Pembentukan satgas di 500 RW harus berdasarkan pertimbangan titik kerawanan dan seberapa besar tindak kriminal di sana. Jangan asal saja, harus ada data yang jelas," pungkas Cahyo.