
Ada angin segar bagi para modin di Surabaya. Honor tiap bulan yang diberikan kepada modin dari pemerintah kota (pemkot) naik 100 persen pada 2022.
Anggota Komisi D Cahyo Siswo Utomo mengatakan, tahun depan, tiap modin akan mendapatkan honor sebesar Rp 800.000. Semula, honor yang diterima modin hanya Rp 400.000.
”Ini adalah bentuk apresiasi bagi para modin. Dewan ikut senang dengan kabar ini,” kata Cahyo Siswo Utomo.
Saat reses, lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, mengaku mendapatkan banyak curahan hati dari para modin mengenai honor. Salah satunya ketika reses di Karang Pilang.
Menurut Cahyo, kenaikan honor tersebut sesuai dengan tugas yang diemban para modin. Dia berharap para modin bisa bekerja lebih optimal. Karena honor yang diterima sudah naik.
”Rencananya ada 2.400 modin yang menerima honor. Nanti para modin diminta memberikan laporan kegiatan setiap bulan,” ujar Cahyo Siswo Utomo.
Selain honor modin, ada honor bagi hafidz pada anggaran 2022. Honor hafidz juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, per hafidz menerima Rp 600 ribu. Tahun depan, 184 hafidz di Surabaya bakal mendapatkan Rp 800 ribu per bulan.
Salah seorang modin dari Kemlaten, Karang Pilang, Sukirman sangat berharap honor modin dinaikkan. Dia mengapresiasi langkah pemkot karena menaikkan honor. ”Semoga kami lebih semangat bekerja melayani masyarakat,” ujar Sukirman.
Pada awal 2021, pemkot menaikkan honor bagi 9.126 ketua RT, 1.360 ketua RW, dan 154 ketua LPMK se-Surabaya. Awalnya, RT menerima biaya operasional Rp 550 ribu tiap bulan. Kini, honor RT menjadi Rp 1 juta. Kemudian, untuk RW, semula tiap bulan menerima Rp 600 ribu. Sekarang, menjadi Rp 1.250.000 dan untuk LPMK yang semula Rp 700 ribu menjadi Rp 1,5 juta.
(jawapos.com, 4 November 2021)