
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mendampingi anak muda supaya lepas dari jerat pengangguran. Salah satu upayanya adalah dengan menginisiasi Musrenbang Pemuda. Musrenbang tersebut dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota.
”Dalam aturan menteri, kegiatan musrenbang harus melibatkan anak muda dan perempuan. Pelaksanaannya begitu,” tutur Reni pada Selasa (2/11).
Hanya saja, selama ini Reni melihat anak muda hanya dilibatkan untuk formalitas. Untuk substansi pembangunan belum ada.
”Ini Harus diberi concern. Tapi seharusnya komunitas muda digaet,” ujar Reni.
Dengan adanya musrenbang itu, Reni berharap angka pengangguran akan menurun. Dari catatannya, tingkat pengangguran terbuka di Kota Pahlawan, Jatim, dari usia muda masih tinggi. Yakni di angka 60 persen.
”Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda agar mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” papar Reni.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Surabaya meningkat menjadi 9,79 persen pada tahun 2020 yakni pada Januari.
TPT untuk kelompok usia muda (15–24 tahun) berada pada 5,87 persen. ”Dengan kata lain, 60 persen TPT didominasi kelompok anak muda,” terang Reni.
Salah satu upaya yang telah dilakukan Reni adalah mengunjungi Komunitas Muda-mudi Surabaya (KMS). Komunitas anak muda itu bergerak di bidang lingkungan.
”Saya sering mengunjungi komunitas dan kelompok anak muda. Saya menilai anak muda lebih enerjik, inovatif, dan berani,” kata Reni.
Reni juga menilai anak muda memiliki ide dan gagasan melimpah. Dengan begitu, Reni ingin menggaet anak muda dalam berbagai kegiatan.
”Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda agar mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” ucap Reni.
(jawapos.com, 2 November 2021)